Kota-kota Di Dunia yang Selalu Becek Sepanjang Tahun Karena Diguyur Hujan

ASLIDOMINO – Curah hujan di suatu daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti garis lintang, faktor ketinggian, arah angin, dan jarak dari badan air. Menurut laporan Bank Dunia, curah hujan tertinggi di dunia berpusat di sekitar garis khatulistiwa, puncak Amerika Selatan dan pulau-pulau di Asia Tenggara. Curah hujan tertinggi tercatat di kota-kota terpencil yang memiliki jumlah penduduk sedikit.

BACA JUGA :

  1. Manfaat Baik Kentang Rebus Untuk Kesehatan Kulit
  2. Tips Mencukur Bulu Kemaluan Wanita yang Aman dan Tidak Gatal
  3. Beberapa Negara Terkecil di Dunia yang Bisa Dikelilingi Dalam Sehari

Mawsynram dan Cherrapunji, India

Mawsynram dan Cherrapunji, kota kecil di timur laut India dinobatkan sebagai tempat paling basah di dunia. Menurut Guinness Book of Records, Mawsynram mendapatkan curah hujan sekitar 11.871 milimeter per tahun. Curah hujan tahunan di Mawsynram disebut 10 kali dari rata-rata hujan nasional India yang hanya berkisar 1.083 milimeter per tahunnya. Sementara itu, Kota Cherra yang lokasinya berjarak 15 kilometer dari Mawsynram, memiliki curah hujan sekitar 11.777 milimeter per tahun atau terbesar kedua di dunia.

Meskipun begitu, Cherrapunji akan menjadi kota neraka ketika musim panas. Pada musim panas, suhu di sana akan naik hingga 23 derajat celsius. Namun, ketika musim dingin tiba, kota ini akan berubah membeku dengan suhu mencapai 7 derajat celsius.

Tutunendo dan Quibdo, Kolombia

Di Amerika Selatan, Kolombia memiliki beberapa kota yang terus-menerus terkena hujan, salah satunya Tutenendo. Curah hujan tahunan di Tutendo rata-rata mencapai 11.770 milimeter. Hal inilah yang membuat kota tersebut diklaim sebagai kota terbasah di dunia. Selain Tutendo, kota terpencil Quibdo juga masuk ke dalam daftar kota paling basah di dunia. Rata-rata curah hujan di kota tersebut mencapai 7.328 milimeter per tahun.

Kota yang menjadi rumah bagi 125 ribu penduduk ini dulunya merupakan pusat perdagangan budak yang terletak di tepi Sungai Atrato dan dikelilingi oleh hutan hujan tropis. Curah hujan yang tinggi menjadi suatu keberkahan bagi warga Quibdo. Sebab, penduduk kota ini bergantung pada air hujan sebagai pasokan minum untuk kehidupan sehari-hari mereka. Menurut akademisi Edwa Calderon, sekitar 85 persen penduduk meminum air yang dikumpulkan dalam wadah di atap rumah mereka. AGEN DOMINO DEPOSIT PULSA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *